Blog EntryKesadaran yang (semoga tidak) terlambatFeb 5, '08 2:14 AM
for everyone

Sebelum mempunyai anak, mamachemy sering berpikir tak akan sulit mengajak anak sendiri berbicara. Itu karena mamachemy bukan tipe orang pemalu dan rela malu ngomong sama bayi (yang mungkin menurut sebagian orang kayak ngomong sendirian) di depan orang banyak. Mamachemy juga punya sisi bawel. Senang bernyanyi dan hapal banyak lagu anak-anak (maksudnya, punya sisi centil juga  ). Dan senang bercerita.

Jadi mamachemy pikir bisa lah menikmati saat-saat ngocoblak, ngadongeng sama anak.

Tapi mamachemy lupa, bahwa bukan semata soal keterampilan.

Ini juga soal kesabaran dan ketekunan sodara-sodara!

Ketika jaman2 stres melanda, badan lelah, lupalah kita pada segala macam rencana. Apalagi rencana jaman masih muda. Beuuu….nguap kemana kaleee….
Sering terjadi, ketika mengganti baju Chemy, mamachemy baru sadar pentingnya mengajak dia bicara, tepat ketika celana dia selesai dipasangkan!

Itu memang tidak terjadi setiap hari dalam 4 bulan pertama Chemy lahir. Tapi sungguh tidak berkualitas sekali perlakuan mamachemy padanya *hiks, ibu gak bener nih

Bayangkan saja, kata pertama Chemy, di umur 7bulan, adalah ADUH!!! sesuai konteks pula. Ketika itu Chemy sakit, dan ketika dia demam, humarurung kalo kata orang Sunda mah, gumamannya adalah ADUH. Ketika kejeduk, dia mengaduh. Ketika mencari mainan yang gak ada, dia mengaduh. Kalo kata seorang teman, itulah akibat dari emak yang sering mengeluh

 Alhamdulillah, setelah jam tidur Chemy mulai normal lagi, mama semakin relaks.Dan sebisa mungkin tidak lagi mengeluh di depan Chemy. Terbukti, lama-lama kosakata itu hilang.

Semakin kesini semakin sering sadar ngajak Chemy ngobrol.

Terutama setelah Chemy bawel banget diatas 8 bulan.



Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help